Showing posts with label The Mortal Instruments. Show all posts
Showing posts with label The Mortal Instruments. Show all posts

Thursday, April 11, 2013

City of Glass

Format : Paperback
Penerbit : Ufuk
Tebal : 752 Halaman
Rating : 5 / 5

City of Glass !!! yeeeeeyyy !!! dabestbukevaa~~~
Buku ini isinya seperti klimaks dari cerita. Saya pernah bilang kalau valentine adalah voldemort kan? Ternyata tidfak saya salah. Karenaaa~~~ di city of Fallen Angel tidak akan ada valentine lagi.
Kehadiran sebastian membuat saya menaruh harapan besar antara semoga sebastian adalah saudara clary yang sebenarnya dan semoga sebastian adalah pengganti jace di hati clary kalau memang jace benar-benar saudara clary. Saya semakin suka dengan sosok simon vampir ini. Bisa saya bayangkan perubahan cowok cupu menjadi awaw. Alec dan magnus bane (terutama magnus) hiiingggg~~ kenapa sosok2 cowok buatan clare ini bagus-bagus semua. Sekalinya jahat, beneran jahat hiiing~~~
Pokoknya, yang penasaran dengan semua permainan teka teki clare, disini terjawab deh. Tenaaaaang ! tidak akan adalagi rasa penasaran. Semuanya bener-bener clear. Ending buku ketiga ini justru menjadi awal baru dari serial ini <3 .="" p="">

“Pria itu hanya ingin tidak ketakutan, maka dia ketakutan. “ Pg. 383

P.S
Sejak baca city of glass ini, saya jadi menyadari satu hal....
Buku dengan tebal kurang lebih 700 halaman ini dengan sabar saya buka, baca, halaman per halaman, sepenasaran apapun itu karena cerita dan deskripsinya yang bagus (terjemahan) sedangkan buku seperti contohnya dvrtare dengan tebal yang seingat saya tidak lebih dari 400 halaman saya sama sekali tidak sabar dan langsung menuju ke halaman akhir untuk tahu bagaimana akhir cerita si cewek malu-malu –mau-nyebelin itu (no offense) .

Ciao. Love, Jace’s Love


City of Ashes

Format : Paperback
Penerbit : Ufuk
Tebal : 616 Halaman
Rating : 4 / 5
 
Entah itu disebut prolog atau bukan, diawal buku kedua ini saya agak kurang ngerti. Baru ngerti pas tau tujuan valentine manggil iblis agramon itu.
City of ashes ini berasa agak lambat. Baru setelah clary-jace dkk ketemu sama ratu peri saya bisa nggak berenti baca. Setelah itu melambat lagi dan semenjak penyerbuan terhadap maia dan luke wah, sudah tidak terbendung bacanya.
Valentine itu voldemort nya the mortal instruments. Karena dia selalu berhasil selamat dan masih saja menjadi musuh satu-satunya yang terkuat dan punya banyak pengikut disini.
Siapa yang tidak bisa mencintai jace? Ditambah lagi, kerapuhan jace bikin yang baca jadi pengen banget meluk dia. Apalagi kalau jace sudah ngerasa dia tidak tahu siapa dan dimana dia harus berada *lari-lari india narik jace ke rumah*
Karena saya terlalu lama memendam review nya jadi sudah agak lupa ceritanya, terlebih lagi dengan membaca city of glass membuat saya jadi lupa semuanya. Hiks, city of glass terlalu terlalu keren dan belum bisa move on sampe sekarang !


Friday, February 15, 2013

City of Bones

Format : Paperback
Penerbit : Ufuk
Tebal : 668 Halaman
Rating : 5 / 5 

Clary dan sahabatnya simon, sedang menikmati suasana club saat itu. Tiba-tiba, clary melihat 3 orang membawa pisau mengejar seseorang berambut biru. Karena ingin menolong, Clary mengejar mereka dan menyuruh simon memanggil keamanan. Saat sampai di ruangan itu Clary melihat orang berambut biru itu ditusuk dan menghilang. Apa yang terjadi? Simon tiba di ruangan itu, dan bertanya mana orang-orang yang dimaksud Clary. Simon tidak melihat mereka. Pasti. Karena ketiga orang itu sedang cengar cengir di depan mereka. Siapa mereka?  Apa mereka? 


Clary marah pada ibunya karena merenggut liburan musim panasnya dan harus pergi ke pedesaan. Kenapa ibunya Jocelyn tiba-tiba bersikap seperti itu? Ia meninggalkan ibunya dan pergi ke cafe dngan simon. Disana, salah satu dari 3 orang yang ditemuinya tempo hari muncul lagi. Penasaran, clary mengejarnya.  Dia adalah shadowhunter. Pemburu bayangan, Jace. Membunuh iblis yang melakukan tindakan yang merusak dunia manusia.  Dan menurut Jace, hal yang aneh adalah Clary bisa melihatnya. Maka Jace di tugaskan Hodge (gurunya) untuk membawa Clary ke institut. Telepon Clary berdering, dan mendapati ibunya sedang dalam bahaya. Meninggalkan Jace sendiri, Clary melihat rumahnya porakporanda dan seorang monster.
Siapa Clary sebenarnyaaa??? ayok dibaca dibacaaa


Ehem, asal tahu sajaaaaaa..... Jace ini badboy yang lucu dan narsis. Gampang banget naksir sama dia muahahaha....

Anaknya baek banget lagi.
“Jalanlah lebih cepat, aku tak mau terus-terusan melihat ke belakang untuk memastikan tidak ada yang terjadi kepadamu.”--- Jace, Pg. 301
Jace, yang merasa dirinyalah yang harus bertanggung jawab pada Clary karena telah membawanya ke duania pemburu bayangan.

“Magnus menaikkan sebelah alisnya, Sial, satu lagi orang yang bisa menaikkan sebelah alisnya. “--- Clary, Pg. 312 (dan saya, Haloooow Clary, disini ada satu lagi loooh /nunjuk2 diri sendiri, ngacung-ngacung/)

Clary punya teori lucu tentang wajah-wajah rupawan vampir. “Mungkin mereka tidak mau mengubah orang jelek menjadi vampir. Atau mungkin orang jelek tidak mau saja hidup selamanya.” Pg. 378
Ending ceritanya unpredictable banget. Cassandra Clare ini tega ato gimana? Ini pertama kalinya saya baca buku seperti ini ~.~
Tapi kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen !!!!!!!!!!!!!!!!!!


saya bawa buku ini ke kampus, baca samping wilda dan darni, dan bener-bener kayak gini jadinya :
 
 
 ngomong-ngomong tahun ini keluar tuh pelemnya :D. JACE OH JACE !!!