Sunday, February 17, 2019

Ewin ke Rumah

Halo semua~~~~
Tepat setahun yang lalu, hari ini alhamdulillah saya dan Ewin melangsungkan acara "mappetuada" yang kalau di-bahasa indonesia-kan artinya putus kata, yaaaaa semacam tunangan gitulah. Acara ini isinya menegaskan hari dan tanggal pernikahan, tempat, dan hal-hal penting yang sudah dibahas oleh dua keluarga sebelumnya. Selain itu juga adalah pemasangan cincin oleh keluarga laki-laki pada calon mempelai perempuannya. Ewin tidak datang saat itu, tradisi keluarga, laki-laki tidak boleh hadir hehe.

Saya ingat sekali, pertama kali Ewin datang ke rumah untuk ketemu orang tua saya itu di hari ulang tahun mama saya, 26 November 2017. Hari sebelumnya sudah saya sounding ke mama dan mama yang meneruskan ke bapak. Maklum anaknya malu kalo bahas ginian langsung ke bapak. Etapi, saya juga sempat kasih tau langsung ke bapak sih. Kira-kira begini percakapannya.

Emi : Pak, mau datang temanku itu sebentar malam nah, mau ketemu sama kita.

Bapak : Iya, mau apakah? *pura-pura ndatau huvt*

Emi : Ndatau *kikuk* ketemu meki saja.

Begitu kurang lebih saya ke bapak, sedangkan ke mama? Mama bahkan tau waktu saya galau masa-masa PDKT HAHAHAHA

Sampai setelah isya, Ewin susah diajak ngobrol via chat, deg-degannya ampun-ampunan HAHAHA kesian. Terus, setelah isya datang kan tuh diaaaa.... untuuuuuung ada mama yang bisa memulai percakapan. Kalau taaak~~~~ entah bagaimana mencairkan kebisuan itu hihihi.

Setelah percakapan basa-basi tanya tentang keluarga dan Ewin kesibukannya apa dan lain-lain, baru deh Ewin mulai nyerempet mohon izin dan mohon restu untuk melamar Emi, begitu kurang lebih kalimatnya.

Alhamdulillah, datangnya Ewin disambut dengan tangan terbuka oleh orang tua saya. Akhirnya, bapak cari waktu kosongnya (karena kebetulan waktu itu lagi sibuk-sibuknya bapak di proyek luar kota jadi sering tidak di Makassar) dan pertemuan orang tua baru bisa terlaksana di bulan Desember.



Monday, April 2, 2018

Diet GM Day-1 (Hari #6)

Hai teman-teman... Bagaimana kabarnya?
Walaaaaaah kelewatan sehari. Kemarin kecapean karena ke acara mappetuada teman. Undangannya jam 12 siang, saya sampe sana setengah 12, keluarga laki-lakinya datang jam 2 lewat. Lumayaaaaaaaaaan hahahaha.

Hari ini saya mau memulai kembali diet GM.
Diet hari pertama saya mulai dengan 2 gelas air putih + jeruk nipis.
Jam 08.00 nongkrong di lapangan karebosi dengan hasil :

Lumayan + 3 menit jumping jacks
Nah, sampai di rumah makan 1 buah pir. Jam 11 siang lapar kan... makan lagi buah semangka. Ingat ! Hari pertama cuma boleh makan buah. Semua jenis buah kecuali pisang. Bismillah. Besok saya update lagi perkembangannya.

Dadah~

Saturday, March 31, 2018

Invasi Netflix (Hari #4)

Hai teman-teman... Bagaimana kabarnya?
Hari ini, saya mau bahas tentang Netflix. Tentu saja, netflix bukan hal asing lagi di telinga generasi milenial. Stasiun yang menyiarkan berbagai serial barat ini sedang naik daun. Dan memang, harus diakui, tema-tema yang diangkat sebagian besar menarik. Seperti favorit saya "Black Mirror". Tapi, tentu tak ada gading yang tak retak. Keretakan Netflix ini terkhususkan kepada drama-drama korea yang mereka ambil alih untuk disiarkan di Netflix. Saya, pribadi, sungguh merasa dirugikan ! Kenapa? Karena semua judul drakor yang diambil netflix, subtitlenya telat seminggy T.T  contoh saja Wise Prison Life. Dan sebagian besar drama tVN (stasiun favorit saya) mereka ambil hak siarnya. T.T yasudah kita bisa apa. Invasi Netflix terhadap drakor sungguh menjengkelkan !

Dadah~

Friday, March 30, 2018

Resolusi 2018 (Hari #3)

Hai teman-teman... Bagaimana Kabarnya?
Hari ini, saya mau berbagi resolusi tahunan saya yang nda muluk-muluk tapi semoga benar-benar tercapai. Tiap tahun saya selalu buat resolusi untuk diri sendiri dan kalau tidak tercapai tahun ini, saya lanjut di tahun berikutnya hahaha. Siapa peduli?
Baiiiiiik, mari kita mulai.

1. Bisa bawa motor.
    Saya tuh selalu iri dengan adek atau mama saya yang jago naik motor. Karena kalo tiba-tiba BM mau makan bakso atau gorengan, atau jajanlah pokoknya yang dekat-dekat, yang jalan kaki sedikit jauh tapi naik mobil terlalu dekat, ya tinggal angkut motornya. Saya juga mau !

2. Bisa Jahit
    Kalau lihat model baju, perasaan saya selalu bergejolak (Ihhh... gampang ini, saya pasti bisa !) Sudah dari tahun-tahun lalu mau belajar jahit. Kalo tahun kemarin saya fokus belajar merajut, tahun ini harus bisa jahit !

3. Please banget utang puasa 2018 diselesaikan 2018 !

4. Eat clean dan menurunkan berat badan (wkwk)
    Rindu rasanya menginjakkan kaki di timbangan dengan angka 55 ke bawah huhu hahaha. Saya mau mengurangi konsumsi cake dan cemilan-cemilan tidak berfaedah dalam hidup. Tapi, pelan-pelan hahaha (i have a sweet tooth).

5. Khatam 18 Buku di Tahun 2018

Sekian resolusi tahun ini. Semoga semuanya tercapai.
Dadah~

Thursday, March 29, 2018

Kasiaaaaaaaaan (Hari #2)

Hai teman-teman... Bagaimana kabarnya?
Hari ini, saya sedih. Sedih karena Ewin sakit. Sakitnya tidak main-main. Cacar. *insert sad emoticon here* Tolong doakan dia cepat sembuh dan tidak sakit-sakit lagi. Cobaan menjelang pernikahan huhu. Harus sabar karena tidak ada yang sempurna, seperti pesanan undangan yang hasilnya miring kanan kiri. Semoga Ewin juga sabar. Kasiaaaaaaaan huhu.
Jadi nda mood ngetik panjang-panjang. Sampai sini saja lah.

Dadah~

Wednesday, March 28, 2018

Akan Menikah (Hari #1)

Hai teman-teman... Bagaimana kabarnya?
Hari ini, 28 Maret 2018 sampai 28 April 2018, saya memutuskan untuk blogging satu postingan satu hari. Maunya sih, ngevlog kayak idola-idola kalian kan. Tapi, apa daya kuanaknya pemalu dan nda bisa bicara panjang lebar untuk diupload ke khalayak huehue. Jadi, kembali ke habitat dulu-dulu sajalah. Blogging. Tidak ada pembahasan khusus. Tidak ada pressure. Hanya membahas yang ringan. Saya rindu cerita ini itu hehe.
Semoga benar-benar terlaksana.

Baiiiiiik.
Selain pengumuman itu, saya mau cerita sedikit. Tiga puluh hari dari sekarang, saya akan menjadi istri orang. Orang yang (insyaallah) siap menanggung beban kehidupan dunia dan akhirat saya. Orang yang (insyaallah) sayang se-sayang orangtua saya ke saya. Sampai sekarang (setelah lamaran 17 Februari 2018 kemarin) saya masih tidak menyangka kita berdua bisa sampai ke tahap ini. Siapa sangka? Anak wali kelas saya waktu SD kelas 5 dan kelas 6 adalah calon suami saya? Lucu. Tidak banyak yang saya ingat tentang dia, kita beda kelas. Tapi, tiap papasan di koridor dia selalu seperti cacing kepanasan, pemalu dia itu. Ngobrol tidak pernah. Eh, sekarang malah berani mau jadi suami saya. Edan !
Kita ketemu lagi di grup LINE. Disitu saya baru tau, namanya bukan Erwin tapi Ewin he he he. Setidak kenal itu. Padahal dia ketua kelas sebelah, bisa-bisanya salah nama ! Chat berdua pertama kita di game duel otak. Nda ada yang lain. Suatu hari, Ewin nanya-nanya tentang Whatsapp. Bedanya dengan LINE apa? Trus saya (ceritanya) dipake jadi bahan ngetes-ngetes pake WA. Hallah, sok gaptek dia itu padahal mau PDKT hahaha.  Dan yah.. sampailah kita dititik ini. Titik persiapan menikah yang riweh tapi seru.

Ini termasuk TMI nda sih? Kalo iya, ceritanya saya mau selesaikan sampai disini saja. Biar saya simpan di ingatan saya dan dia saja. Semoga salah satu dari kami bisa saling mengingatkan untuk cerita di hari tua. Atau setidaknya, postingan ini bisa jadi pancingan untuk kita nanti hehe.

Dadah~





Thursday, August 24, 2017

Diet Story #1

Hola ~
Wah rasanya sudah berabad-abad tidak menulis di blog lagi.
Terus suatu hari saya kembali diresahkan oleh satu masalah yang selalu. Selalu. Selalu menjadi resolusi awal tahun saya. Yup, berat badan.

Ada tidak sih yang suka baca pengalaman orang lain diet? Ada kan ya? Atau cuma saya seorang? 
Saya tuh kalo lagi diet seperti sekarang sukaaaaaaa sekali berselancar ke blog orang-orang bacain cerita mereka menghilangkan gelambir-gelambir kebahagiaan di tubuh. Saya selalu merasa punya teman seperjuangan setiap kali baca di blog orang atau nonton youtube orang lain. Karena itu, saya juga jadi ingin menceritakan kegelisahan ini mihihihi.

Jujur, saya sudah lupa rasanya punya berat badan kepala empat, terakhir itu SMP kayaknya. Masuk SMA berat badan saya naik 50-52. Dengan tinggi badan bak kurcaci (152 cm) segitu saja sudah terlihat bantet banget. Mungkin, karena postur tubuh saya memang curvy-curvy ala-ala mba kim gitu ya? 

Berlanjut, setelah lulus SMA, ada masa saat kita nunggu kurang lebih tiga bulan untuk mulai semester baru di bangku kuliah kan? Nah, karena saat itu bener-bener rasanya seperti pengangguran makan tidur nonton makan tidur sambil nonton, jadilah semester pertama kuliah berat badan saya menginjak angka 62 kg. Ya Allah sedih banget~~~~

Angka terberat dalam sejarah hidup saya. Tapi, anehnya masih cuek. Mungkin karena sibuk di kampus atau apa, jadinya tidak pernah kepikiran buat diet. Heran deh, padahal sibuk di kampus, tapi kok berat badan saya masih segitu-segitu aja? :(

Saya tau jawabannya.
Jawabannya adalah karena hobi saya ngemil makanan dan minuman manis. Saya tidak masalah kalau nda bisa makan berat, tapi makanan dan minuman manis itu kayak belahan jiwa. Pokoknya mereka semesta untuk saya. Ya gimana mau kurus kan yaaaaaa.

Setelah beberapa tahun kuliah, akhirnya saya memutuskan untuk diet. Waktu itu cara diet saya ya ala-ala saya saja. semampunya anak kuliah. Contohnya karena pulang kuliah sore atau malam, jadinya saya olahraga selalu sehabis sholat magrib. Jogging, itupun paling lama 20 menit sehari kurang lebih 2 km lah. Makan dan ngemil tentu berkurang juga. Benar-benar setop makan nasi, dan saya bantu dengan minum teh hijau. Agak tidak menyangka, ternyata rutin selama dua bulan padahal olahraganya minimal 3 kali seminggu, dan saya bisa turun sebanyak 7 kg. Senangnya bukan main. Tapi terlalu senang sampai akhirnya saya puas saja dengan berat 55 kg itu. dan bertahan sampai setelah lulus kuliah.

Ramadhan tahun 2016
Kembali melakukan kesalahan, pola makan saya hancur lebur. Saat sahur saya cuma makan sedikit karena kan takut gendut. Salahnya, makanan buka puasa saya selalu dimulai dari jalangkote (pastel), bakwan, es kelapa muda, dan jajanan kue manis lainnya. Saya makan kue-kuean itu sampai kenyang dan tidak makan nasi lagi. Karena menurut saya, toh saya tidak makan berat. Dasar anaknya berpengetahuan sempit, mau sok tahu lagi. Jadilah timbangan saya naik (nangis). Padahal sudah bertahan beberapa tahun di angka 55 kg yang masih endut itu. Sekarang mesti membawa beban seberat 60 kg lagi hiks. It's okay nda papa nanti kita diet. Lebaranan aja duluuuuu. Pikir saya. Pas balik dari mudik. Alamak, berat badan yang dulu 62 balik lagi. cry cry cry. ku syedih syalalala. 

Di tahun ini, saya pernah coba konsumsi WRP susu nya. Rasanya enak dan memberi efek kenyang. Saya 2 kali repurchase tapi setelah itu berhenti karena saat habis, saya malas ke mall cuma buat beli doi. Ngaruh tidaknya saya lupa, yang jelas BB saya tidak pernah di bawah angka 60 tahun 2016 wkwk.

Tahun 2017
Resolusi yang sama harus terulang di tahun ini karena memang belum kesampaian. Bedanya, mungkin tekad tahun ini lebih bulat (sedikit). Saya jadi rajin browsing tentang cara diet yang efektif dan kenalan lah saya dengan diet GM. Diet yang janjinya bisa turun sampai 10 kg cuma dalam 7 hari. Ih, kok manis banget janjinyaaaaaaaa. Karena mudah terhasut yaudah saya coba. 
Percobaan pertama : Gagal di hari kedua. Lemes nya keterlaluan.
Percobaan kedua : Gagal sebelum mulai karena yaaaaaaaaaaaaa.......................
Percobaan ketiga : hari pertama lolos cuma makan buah, rindu garam, tapi saya kuat-kuatkan diri dengan sugesti besok sayurnya bebas. Hari kedua, akhirnya makan garam. Tapi, kok ya rindu manis-manis hahahaha. Saya comot sedikit gula merah (aren) muahahaha. Hari ketiga, wah bisa shay sayur dan buah. Hari keempat, bosaaaaaaaaaan :( cuma pisang dan susu. Ngecek timbangan ih kok asik sudah 59 kg yeye turun 3 kg. Karena sudah turun, jadi sekalian saja diet GM nya saya rusak di hari keempat hahahaha.

Kata orang, diet GM itu tidak yoyo. Tapi, di saya beda huhu. BB nya malah balik lagi ke angka semula, 62 kg. Lupa rentan waktu berapa bulan. Yang jelas setelah itu saya akhirnya memutuskan untuk rutin olahraga. Pilihan saya jatuh pada yoga. Lumayan loh dengan yoga BB saya turun (lupa jadi berapa). Tapi, bukan Emi namanya kalau tidak gampang puas. Karena BB sudah mulai berubah, yaudah malas olahraga lagi khaaaaan. Makan nda terkontrol lagi khaaaaaaaan. Balik lagi deh beratnya. sampai setelah Ramadhan alhamdulillah masih 62. Tidak ada penambahan BB. Sampai sini saja sudah syukur. Tapi ternyata guys, berat badan itu yaaa, dalam 3 hari bisa naik 3 kg. hehehehe. Gimana caranya? Caranya, nastar, nastar, nastar, baru kemudian buras. Itu aja shay. Jadi dengan bangga, saya ucapkan BB saya setelah lebaran adalah 65 kg :"""""")

Pusing dong? Iyalah pusing.
Ditawari lah minum herbalife, habis dua kemasan shake nda ada perubahan huehuehue. Mungkin karena tidak dibarengi dengan olahraga dan makan masih bebas-bebas saja.
Bulan juli, saya mulai olahraga. Zumba. Setiap senin, saya catat berat badan saya dan surprisingly, hanya dengan zumba dan pola makan normal saya bisa turun 1 kg dalam seminggu. 3 minggu berjalan, tiba di BB 62 kg. saya mulai nyemil lagi.Donat dan minum manis-manis lagi hehehe balik lah ke 63 kg. 

Agustus 2017
Masih sambil zumba,
Saya coba konsumsi slim beauty product yang slimfast. Wah, produknya top. Dalam 4 hari sudah turun 3 kg jadi 60 kg hehehe. Masuk hari ke 10, masih 60 kg tapi sedihnya saya mengalami konstipasi yang menurut saya agak parah karena sampe sakiiiiiiiit sekali perut ini. Akhirnya, hari ke 10 saya hentikan minum sbp dan bergantung sama zumba dan pola makan saja. Berat badan saya sampai sekarang masih 60 kg. Lumayan turunnya sekitaran 5 kg. Masih berusaha sampai resolusi setiap tahun ini bisa terwujud.

Postingan akan terus diupdate demi kebutuhan membaca perjuangan diet sendiri hehehe.

Wednesday, December 7, 2016

Review : Rahvayana

Judul : Rahvayana
Penulis : Sujiwo Tejo
Penerbit : Bentang Pustaka
Rating : 4/5


Saya suka sekali dengan cerita pewayangan.
Saya suka sekali dengan cara bertutur dan berpikir Sujiwo Tejo.
Jujur, banyak bagian yang membuat saya bingung. Tapi, tidak kalah banyaknya dengan yang membuat saya suka.
Membayangkan Rahwana bisa seromantis itu, Wah !
Setidaknya ada sembilan kutipan yang saya tandai sebagai favorit saya.

Salah satunya adalah :

"Bahwa menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa kamu rencanakan cintamu untuk siapa. Bahwa yang membekas dari lilin bukan lelehnya, melainkan wajahmu sebelum gelap."

 Rahvayana: Aku Lala Padamu

Sunday, May 29, 2016

29 Mei ke-24

Jam 00.00 baru pulang dari bandara nyetir bolak balik tengah malam jemput Bapak.
Ewin sudah daritadi SMS, LINE, dan telpon minta dikabari kalo sudah sampai rumah. Berkali-kali. I mean, berkali-kali.
Tapi tetap berkali-kali juga SMS, LINE, dan telpon tanya kabar dimana.
Khawatirnya berlebihan, itu pikir saya.
Sampai rumah, siap-siap tidur........ Ewin telpon lagi

"Adaka depan rumahta."

Adalah kalimat kedua dari Ewin yang tidak kubalas dengan apa-apa kecuali diam.

"Bohong."
"Serius, keluar meki."

dan~

 

I do expect something.
Tapi, Ewin jarang bisa romantis.
Saya tidak pernah nyangka, Ewin bisa semanis ini :")
Cowok yang beli bunga pun, dia tidak tau :")
Cowok yang selalu ketawa tiap dengar hal-hal cheesy.
 
Katanya, dipaksa sama Mbaknya tambah ucapan. Tapi dasar Ewin :")

Terus hampir salah beli bunga. Untung dikasih tau sama Mbaknya

Ada suratnya. Satu rahasia, saya selalu paksa Ewin tulis surat buat saya padahal bisa ketemu kapan saja
That Flower tho !!!!





 
Makasih ya sayang, semoga langgeng dan jodoh tidak putus-putus.
I Love you <3 br="">

Friday, May 27, 2016

Terlalu telat untuk lanjut cerita jalan-jalan ke Seoul itu yang terjadi hampir setahun yang lalu.
Maka sudahlah.

Friday, December 4, 2015

Summer Holiday 2015 (Day 2 - Seoul)

Dari KLIA2 akhirnya kita diterbangkan selama kurang lebih 7 jam ke Incheon airport. Di pesawat udah berasa korea nya abis kebanyakan penumpang ya orang-orang korea juga. Norak liat cowok cakep duduk di depan kita, yang dibahas mereka terus. Mumpung nggak ada yang ngerti kita ngomong apa. Lagian Allah baik banget kasih takdir kita duduk di belakang dua cowok lucu dan satu cowok super ganteng. Begitu landing di Incheon yang besarnya Masya Allah, nggak lupa salam perpisahan yang cuma kita yang ngerti ke cowok-cowok ucul itu. AA pake acara mutar lagu-lagu BIGBANG yang bikin cowok-cowok itu ikutan nyanyi. ahhhh aku jatuh cinta~

Lewat imigrasi, kita langsung cari SEVEN ELEVEN yang selalu dibahas orang-orang di blog. Katanya hal pertama yang harus kita lakukan adalah membeli T-Money untuk naik kereta. Yaudah.. ke SEVEL cuman beli itu kemudian nyari AREX Express buat sampe ke Seoul. Beruntungnya kami dapat potongan harga tiket per-orang yang harusnya 8000 Won jadi 6000 Won aja.

--------incheon-seoul---------- jauh juga.
Alay naik Arex, saya pikir kita bakalan bisa langsung turun di Hongdae station (seperti instruksi hostel kami) ternyata Arex cuman sampe Seoul Station aja, jadi dari situ baru deh lanjut ke Hongdae Station.

Norak No. 3 adalah, KITA PANIK KOK INI T-MONEYNYA GA BERFUNGSI???!!!!
Jadi, tiap dipake, kita ga bisa masuk.. selalu ada bunyi bip bip.. coba nanya ke ahjumma yang ga bisa English kita diarahin ke semacam interkom yang menghubungkan ke (mungkin) semacam pusat informasi gitu. Terus keluarlah oppa penyelamat yang menjelaskan, kartu yang dikasih waktu naik Arex tadi harusnya masuk di transferan pertama (OOOOOOOoooooooh). Abis itu, problem solve deh. Gomawo yo Oppaaa !!

Masih dengan koper dan bawaan yang beratnya Naudzubillah, kita naik turun tangga menuju Line 2 untuk sampai ke Girl's Generation Hostel. Sampai di Stasiun Euljiro 3-ga, kita turun dan nyari Exit 7 yang... jeng jeng jeng !!!!!!!!!!!!!!!!! Tangganya tinggi BANGET. Untung hostelnya deket banget.

Ketemu Ahjumma yang udah nungguin kita, kita bayarlah sisa penginapan selama 7 malam disana dengan sebagian besar duit 1000 Won hahahaha ampun ahjumma. Setelah itu, Ahjumma ngejelasin, Kamar kita disini, dikasih kunci, dikasih tau kode masuk pintu utamanya karena jam 12 pintu ditutup, dijelasin cara make mesin cuci, dikasih tau mau minum kopi kapan aja free, bebas pake kompor, kulkas, dan ambil nasi kapan aja, kamar ada AC sama TV dan kamar mandi dalam. ENAAAAAAAAK. PUAS POKOKNYA. Oiya, semalamnya kita bayar 60.000 Won. Perorang jadinya 20.000 Won/malam/bed. Menurut saya, cocok lah dengan semua fasilitas dan lokasinya.

Setelah keliling hostel, kita mandi dan istirahat bentar. Destinasi pertama kita ke Ewha University.
Gampang kok, Cuacanya enak dingin-dingin mendung terus di Ewha foto-foto, lanjut rencananya pengen ke Yongshin Univ tapi..... universitas ini terlalu tertutup, dan takut tersesat jadi kita yang udah masuk, keluar lagi dan memilih untuk pulang. Istirahat dulu.


Saturday, October 3, 2015

Summer Holiday 2015 (Day 1 - KL)

Because you can't stop dreaming !

Horray ! Akhirnya setelah selama ini cuma bisa liat-liat di drama korea, bisa juga ngerasain udara yang sama dengan oppa-oppa kusayang.

Berangkat bareng "lo lagi lo lagi" ani dan rere, kita terbang ke KL dan nginap sehari disana.
dari KLIA2 numpang berbayar "Aerobus" seharga 11 RM tiba di KL sentral. Jalan sedikit sampe di "Pods Backpacker" jam 11 malam. 

Review Pods BackPacker : ini lebih seperti apartemen satu lantai yang diberi pemisah tripleks tiap kamar. Jadi berisik dikit kedengaran sampai kamar ujung ke ujung. Akhirnya kita bertiga ngobrol via “Line” padahal sekamar. Bahkan untuk cuci muka pun kita tidak. Tidak enak mondar mandir berisik karena semua orang sudah tidur. Tempat tidurnya bertingkat. Saya di bawah, ani di atas dan rere di tempat tidur satunya lagi di atas cewek yang kemudian mengeluarkan suara ngorok maha dahsyat sampai-sampai dicurigai cowok J
Paginya, bangun sholat subuh jam 5, pas jam 6 ternyata baru Adzan LOL. Ani yang dipersilahkan mandi duluan lamanya Masya Allah, pas giliran saya dan rere taunya udah banyak cowok dalam kamar mandi. Mungkin sampai 5 juta kali kita bolak balik kamar mandi cowoknya tidak habis-habis huhuhu. Ini terakhir kalinya kami memilih penginapan ala backpacker apalgi shared bathroom. NO ! 

Jam 10 baru kita #exploreKL2015 sekalian checkout dan nitip barang. Enaknya KL semua transportasinya berpusat di KL Sentral. Jadi tinggal naik KTM bolak balik ke Batu Caves, Dataran Merdeka, KL City Gallery, Petronas, dan balik lagi ke Pods buat ambil barang then Seoul, I’m Coming !!!!!!!!!!!!!!!!


Friday, September 11, 2015

"LOLAGILOLAGI" GOES TO SEOUL POST
COMING SOON

Wednesday, May 13, 2015

Tapi - Sutardji Calzoum Bachri

aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah !

-Memahami Puisi, 1995-

Monday, April 13, 2015

Berbenah - Silampukau

Ujung perjalanan, terkumpul banyak cerita.
Pemberhentian, susah diramalkan.
Jangan sampai terlewat.
Tawa jangan terpencar, ingatlah untuk bersandar.
Pemberhentian, susah diramalkan.
Jangan sampai terlewat.
Sudah saat berbenah, sampaikanlah doa.
Kuatkan kaki kencang bertahan.
Titipkan semangat, pada yang telah lelah.
Tegakkan kaki yang telah tertekuk.
Ujung perjalanan, kita lanjutkan cerita
Pemberhentian, susah diramalkan.
Jangan sampai terlewat.
Sudah saat berbenah, sampaikanlah doa.
Kuatkan kaki kencang bertahan.
Titipkan semangat, pada yang telah lelah.
Tegakkan kaki yang telah tertekuk.
Jika terpaksa, bisa di tengah-tengah langkah.
Selamat tinggal, semoga bahagia.

Wednesday, April 1, 2015

Aku dan Burung - Dialog Dini Hari

Hai kau burung, 
Tak lelahkah kau terbang
Matahari turun, petang menjelang
Cengkramlah dahan, dan hinggaplah
Bangunlah sebuah sarang, sebagai rumah.

LIHATLAH DIRIKU, TANPA WARNA
Tertawa pilu, haru gempita
AKU TIDAKLAH BEBAS, SEPERTIMU
TERJEBAK DALAM SANGKAR, YANG KUBANGUN.

Akankah kau hinggap hari ini
Mengulum kata berkicau bernyanyi
Akankah kau hinggap di bukit tinggi
Pusaran suaramu bergema di hati.

Hai kau burung,
Tak lelahkah kau terbang sendiri
Dahan tempatmu hinggap tak mungkin kau bawa
Dahan itu rapuh sebentar lagi runtuh
Teronggok menyudahi peran

Tuesday, March 31, 2015

Rectoverso - Dewi Lestari

"Aku sampai dibagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggung saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangnya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sempat mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa."

Monday, March 30, 2015